Author :
- Me a.k.a Choi Hye Jin
Cast :
- Choi Hye Jin
- Choi MinHo
Genre : Romance
Ost : Yesung SUJU ft Luna f(x) => And I Love You
* HAPPY READING*
- AND I LOVE YOU -
@Lapangan Basket
Aku menatap lapangan basket di depan ku dengan tatapan kosong. Sama seperti hari-hari sebelumnya, aku selalu menghabiskan sisa pelajaran dengan duduk diam sambil melihat namja- namja di sekolahku bermain basket. Di balik kesunyian, ingatan ku kembali pada 1 bulan lalu. Saat Sandeul, namjachinguku juga bermain basket di lapangan yang sama. Dengan senyumnya yang manis,dia menyapaku sambil melambaikan tangannya.
"Sedang apa di sini?". seorang namja berdiri di sampingku. Bulir-bulir keringat tampak jelas dari wajahnya yang putih. Sepertinya dia baru selesai olahraga.
"mwoya? Memangnya kau tidak melihatku sedang apa di sini?". Aku menjawab namja tersebut tanpa menoleh padanya.
"maksudku sedang apa kau duduk diam di sini?apa kau tidak ingin pulang,sekarang sudah sore". Aku tidak mengerti dengan namja yang baru ku kenal ini. Apa urusannya menanyakan ku pulang?
"apakah itu urusanmu?aku masih ingin di sini dan aku punya hak bukan?". Namja tersebut duduk di samping ku. Dia menghembuskan napas pelan.
"joayo…mianhaeyo,aku tidak bermaksud mengusirmu.aku hanya heran,sudah 1 bulan ini kau selalu duduk di sini,memperhatikan chingudeulmu yang lain bermain basket di lapangan itu,keundae kau memperhatikannya tanpa ekspresi seolah pikiranmu berada di tempat lain". Namja itu berhenti sejenak lalu melanjutkan
``aku selalu memperhatikanmu yang duduk diam di sini tanpa ekspresi,apa kau punya sesuatu yang berkaitan dengan lapangan itu?``. Aku kaget mendengar ucapan namja di sampingku, bagaimana dia tau?. Mungkin slama ini aku terlalu memikirkan sandeul,hingga aku tidak sadar ada orang yang memperhatikan kebiasaan baruku ini.
``itu bukan urusanmu,aku suka melihat lapangan itu dan orang-orang yang bermain di dalamnya.jadi kau tidak perlu tau kenapa aku suka di sini,arraseo?``. Aku menatap namja di sampingku tajam. Namja itu terdiam beberapa detik,lalu tersenyum dan itu adalah senyuman paling manis yang pernah ku lihat*lebay.com*.bahkan senyuman sandeul pun kalah olehnya*dikubur fans sandeul oppa*..aigoo,aku tidak boleh terpikat =,=
``kau harus banyak tertawa nona,itu akan membuat wajah cantikmu lebih cantik``. Namja itu mengedipkan matanya padaku. Aku tidak bisa memungkiri bahwa namja tersebut terlihat sangat johwa,dengan senyum manisnya dia dapat membuat seluruh yeoja di sekolah ini terpesona padanya tapi aku tidak boleh termasuk di dalamnya.
``joayo,sepertinya kau bukan yeoja yang rendah hati,apalagi untuk tersenyum.aku juga tidak akan mengusikmu lagi,keundae ijeobeoraji maseyo!tunjukkan sekali saja ekspresimu saat kami bermain di lapangan,mian sudah mengganggumu``. Kemudian namja itu berlari ke lapangan,yang terlihat olehku hanya punggung namja tersebut
***
Sudah beberapa hari ini aku memulai kembali kebiasaan baruku. Tapi aku mencoba untuk antusias saat melihat permainan basket di depanku. Setelah perkataan namja yang tidak ku kenal tempo hari,aku mulai sadar dan mencoba untuk menimbulkan ekspresiku,tapi aku kesulitan,karna aku selalu ingat sandeul. Dia selalu memandangku dari lapangan itu. Ingatanku tentang sandeul selalu datang apabila aku melihat lapangan basket dan orang-orang yang bermain di dalamnya. Namja yang kemarin menyapaku sedang bermain di lapangan,dia tetap tersenyum dengan senyumnya yang menawan. Seperti yang di janjikan namja tersebut tidak pernah mengusikku lagi. Tapi entah kenapa aku jadi ingin mendengar suaranya,padahal kami baru sekali bicara.
``sandeul-a!jeongmal bogoshipdaa…``. Air mataku jatuh saat aku ingat sandeul lagi.
``aku baru melihat setengah dari ekspresimu,tapi aku cukup senang``. Aku menoleh kaget ke depan, namja yang kemarin menyapaku sudah berlutut di depanku. Dia mengusap air mataku yang jatuh dan ini membuatku salah tingkah.
``deo? Mwohaesseo?bukankah kau tidak mau mengusikku lagi?``ucapku sinis.
``melihat seorang yeoja menangis di sini,apa aku tega membiarkannya?kau adalah wanita teraneh yang pernah kulihat``.namja itu berkata lembut lalu duduk di sampingku.
``mwo?aneh? musun suriya?aku tidak melakukan hal yang aneh.bukankah kau yang aneh?tiba-tiba saja menghampiriku``.ucapku tidak terima di katakan aneh. Namun wajah namja itu terlihat gugup.rasanya aku ingin tertawa,namun ini serius.lalu namja itu bicara
``aniya,,,sebelumnya aku tidak pernah menemui yeoja sepertimu.kau seolah melihat semua hal sama.padahal di sekitarmu orang-orang mempunyai beragam ekspresi dalam hidupnya,keundae dirimu hanya diam ekspresi yang kau miliki``. Aku diam mendengarkan namja itu bicara.
``dan terakhir aku lihat kau sudah mulai mencoba untuk tertawa walaupun gagal karna kau kembali diam tanpa ekspresi.jadi,karna itu aku menyebutmu aneh,karna aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirimu``. Suara namja itu terdengar lembut. Aku menatap namja itu dan kini tatapannya benar-benar membuatku luluh,tapi aku tidak boleh terpikat begitu saja.
``geuraeyo?lalu kenapa kau tiba-tiba datang dan menyapaku?adakah keharusan bagimu untuk melakukan hal itu pada ku yang tidak punya ekspresi ini?``. Tanyaku jelas
``ne,,,aku memang merasa ada suatu dorongan dari hatiku untuk menyapamu.mungkin aku sudah jatuh cinta padamu…``. DEG. Aku kaget mendengar ucapan namja tersebut. Aku yakin mukaku sudah mulai memerah. Eotteokhayo?. Andai saja sandeul ada di sini. Namja itu diam dan menatapku dalam. Kemudian namja itu berkata tenang.
``awalnya aku tidak begitu memperhatikanmu,tapi setelah 1 bulan kau terus-terusan ada di sini, membuatku terus berpikir apa sebenarnya yang sedang kau cari.kau memperhatikan permainan kami,tapi kau hanya diam seolah di lapangan itu tidak ada siapa-siapa.kau membuatku tertarik untuk mencari tau alasanmu di sini,kenapa kau selalu duduk menatap lapangan itu dalam diam. Dan semakin aku memperhatikanmu,semakin ada magnet kuat dalam hati ini yang menyuruhku untuk mendekatimu``.
Aku mengalami speechless karna kejujuran namja di sampingku yang terang-terangan. Dia memang tidak memperhatikan dengan siapa dia berbicara. Aku benar-benar bingung, nama namja ini saja aku tidak tau.aku berusaha menguasai diriku yang sedikit gugup.
``Mworago?? Kita tidak saling kenal,bagaimana mungkin kau menyukaiku? Walaupun kita kenal,aku belum tentu bisa menyukaimu juga arraseo??``ucapku tegas. Namja itu segera mengulurkan tangannya.
``Choi Minho``.ucapnya lembut. Aku memandang namja itu lama seolah mencari kepercayaan dari namja di dekatku ini. Dengan ragu aku menyambut uluran tangannya.
``Choi Hye Jin``. Jawabku pelan. Namja itu tersenyum lebar.
`` walaupun begitu,seperti yang ku katakan,aku belum tentu bisa menyukaimu juga``. Aku melanjutkan ucapanku. Namja bernama Minho itu menatapku tajam.
``apa ada alasan yang membuatmu berkata seperti itu?``.Tanya Minho. Aku hanya diam dan memilih untuk tidak melihat Minho.
``beritau aku alasanmu!apa ada hubungannya dengan kebiasaanmu yang aneh itu,sehingga kau tidak bisa mencintaiku?``. Aku menunduk,kemudian air mataku jatuh lagi. Aku benci harus menangis kembali,tapi aku tidak bisa menahannya.
``kau benar-benar ingin tau alasannya?`` tanyaku pelan
``ne,,katakan padaku``. Minho menatapku. Kali ini dia membiarkanku menangis. Aku segera menghapus air mataku dan menarik napas panjang.
``1 bulan yang lalu,tepat hari itu aku menemani namjachinguku sandeul bermain basket di lapangan itu…``. Aku memulai cerita sambil menatap lapangan basket di depanku. Ada perasaan sesak mengingat kejadian itu lagi. Aku melanjutkan.
``Dia bermain sangat bagus…kami tertawa sepanjang sore itu. Aku merasa sangat senang melihatnya bermain seperti itu dan bisa bersama dengannya.semuanya terasa menyenangkan.setelah itu aku dan sandeul memutuskan untuk pulang. Sandeul berniat mengantarku pulang.keundae,sandeul pergi sebentar ke toko bunga karna dia ingin memberikan bunga padaku. Aku masih ingat bunga yang di pegang olehnya,,,seikat mawar merah. Aku menunggunya di seberang toko sambil tersenyum.lalu,,,semuanya terjadi begitu cepat. Sandeul keluar dari toko tersebut dan berjalan ke jalan raya,dia ingin ke tempatku untuk menyerahkan bunga itu,tapi,,,dia tidak memperhatikan sebuah mobil yang bergerak kencang ke arahnya,,dan dalam sekejap mata aku melihat tubuh sandeul di tabrak oleh mobil itu,aku tidak bisa berkata apapun selain menangis. Bunga mawar yang di belikannya untukku berserakan di tengah jalan.aku benar-benar menyesali kejadian itu,,seharusnya dia tidak pergi untuk membelikanku bunga.itu sebabnya…aku selalu melihat lapangan itu,karna aku merasa melihat sosok sandeul ada disana``. Aku mengakhiri ceritaku dengan tangisan. Air mataku keluar sangat banyak. Minho menarikku dalam pelukannya,seolah dia merasakan kesedihanku.
``Mianhae,,aku tidak tau kau punya pengalaman pahit seperti itu..aku bisa merasakan kesedihanmu. Keundae izinkanlah aku untuk membuka lembaran baru dalam hidupmu,agar aku bisa mengobati luka yang belum sembuh itu``. Ucap Minho lembut. Aku menatap Minho seolah mencari kepastian.
``aku tidak yakin…``. Aku menggelengkan kepala ku pelan
``kau harus yakin..sandeul juga ingin kau bisa bangkit kembali.kau memang tidak mengenaliku,keundae aku bisa jamin bahwa aku akan slalu menjaga hatimu agar tidak terluka kembali. Maukah kau bersamaku Hye Jin-a?``. Minho berkata yakin. Aku berpikir panjang. Mungkin benar,aku memang harus melupakan kejadian itu dan membuka lembaran baru untuk hidupku. Dan Sandeul,,,aku juga harus yakin bahwa dia setuju dengan keputusanku ini. Sejauh yang ku lihat, Minho seperti namja yang baik dan dia terlihat tulus mencintaiku.
``joayo,,aku akan mencobanya,mungkin ini waktunya bagiku untuk maju,keundae aku tidak janji bisa mencintaimu sepenuhnya…``. Ucapku ragu
``ne arraseo,,,semuanya butuh proses,aku akan tetap mencintaimu sampai kau pun bisa mencintaiku``. Minho berkata lembut lalu memelukku erat. Aku tersenyum di pelukannya yang hangat dan nyaman. Minho memang seperti malaikat yang turun ke bumi.
*****
-4 Bulan kemudian-
@Pantai
Minho tersenyum nakal pada ku yang sedang berdiri di depannya. Sambil mengedipkan mata kirinya seperti wink dia kemudian mencium bibirku lembut. Aku tidak mengelak. Aku pun membalas ciumannya. Setelah kejadian di lapangan basket itu,aku sudah mulai melupakan kenangan burukku tentang Sandeul. Minho benar-benar membantuku,dia selalu membuatku tertawa. Apalagi reaksinya saat mengajariku bermain bola,sangat lucu. Dia memang berusaha agar aku mencintainya,dan dia berhasil…aku jatuh cinta padanya juga semua yang ada padanya. Aku sangat bahagia mengambil keputusan ini,dan merasa beruntung bisa bersama dengan namja yang johwa dan manis seperti Minho. Aku duduk di samping Minho,lalu berbisik lembut padanya.
``And I LOVE YOU Minhoya..Gomawoo``. Minho memandangku dan tersenyum lembut,lalu membawaku ke pelukannya.
``Na Do SARANGHAE Hye Jin-a``.Minho juga berbisik lembut padaku. Aku tersenyum manis melihat ke Minho,lalu bersandar di pelukannya sambil menatap sunset di pantai Incheon yang indah,Minho mengecup keningku mesra^^
~THE END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar